Perut Buncit?…. Ih, coba deh cara ini…

Ini Dia yang Bikin Perut Buncit
Posted
buncit

Perut buncit memang menjadi masalah bagi banyak orang. Perut buncit tidak hanya dialami oleh orang yang kelebihan berat badan, namun orang dengan berat badan ideal pun, seringkali memiliki perut yang buncit. Ini dia makanan yang bikin perut cepat buncit.

Makanan tinggi lemak adalah penyebab utama lemak berlebihan di perut. Kandungan lemak dalam makanan yang tidak tercerna dengan cepat disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

Namun, bukan berarti harus menghindari semua jenis makanan yang mengandung lemak agar perut tidak buncit. Karena sebagian lemak termasuk lemak baik atau lemak sehat. Kira-kita makanan apa saja yang sebaiknya dihindari agar perut tidak buncit?

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari agar tidak memiliki perut yang buncit seperti dikutip dari ThatsFit, Jumat (16/12/2011) antara lain:

1. Garam
Hindari makanan yang banyak mengandung garam dan makanan yang diproses dengan garam.

Air tertarik terhadap natrium, sehingga ketika mengonsumsi makanan yang mengandung garam yang lebih tinggi, dapat menyebabkan retensi cairan. Hal tersebut dapat menyebabkan perasaan lesu, penampilan yang lebih gemuk, dan berat tambahan dari air.

2. Kelebihan Karbohidrat
Sebagai sumber energi cadangan, otot-otot tubuh dapat menyimpan jenis karbohidrat yang disebut glikogen. Setiap gram glikogen yang disimpan setara dengan sekitar 3 gram air. Tetapi kecuali jika melakukan latihan fisik atau olahraga, maka kelebihan karbohidrat tidak akan tersimpan.

Penurunan asupan karbohidrat sementara waktu dapat melatih tubuh untuk mengakses bahan bakar yang tersimpan dan membakarnya. Pada saat yang sama, tubuh akan mengalirkan kelebihan cairan yang tersimpan.

3. Sayuran mentah dan buah-buahan dengan pemanis
Satu setengah porsi cangkir wortel yang dimasak memberikan nutrisi yang sama seperti satu cangkir wortel mentah, tetapi akan memakan sedikit ruang dalam saluran pencernaan.

Maka sebaiknya makanlah sayuran yang dimasak, porsi kecil buah, dan buah-buahan kalengan dalam jus alami tanpa pemanis. Pilihan makanan tersebut akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa memperluas saluran pencernaan dengan volume ekstra.

4. Makanan yang mengandung gas
Makanan tertentu menyebabkan lebih banyak gas dalam saluran pencernaan. Makanan tersebut termasuk kacang polong, kembang kol, brokoli, kubis Brussel, kol, bawang, paprika, dan buah jeruk.

5. Minuman tinggi asam
Alkohol, kopi, teh, cokelat panas, dan jus buah yang mengandung asam, masing-masing minuman tinggi asam tersebut dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan pembengkakan.

6. Makanan yang digoreng
Makanan berlemak, khususnya yang digoreng, menyebabkan dicerna lebih lambat. Tentunya hal tersebut menyebabkan perut terasa berat dan kembung. Untuk diet sehat bukan berarti tidak makan lemak sama sekali, namun makanan berlemak yang dipilih adalah jenis lemak yang sehat.

Lemak baik atau sehat dapat disebut dengan MUFA, yang merupakan asam lemak tak jenuh tunggal. MUFA baik bagi orang yang sulit menurunkan lemak perut. MUFA dapat ditemukan dalam minyak (seperti minyak zaitun), buah zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan cokelat.

7. Makanan pedas
Makanan yang dibumbui dengan lada hitam, pala, cengkeh, bubuk cabai, saus panas, bawang merah, bawang putih, mustar, saus barbeque, lobak, saus, saus tomat, atau cuka semua dapat merangsang pelepasan asam lambung.

Pelepasan asam lambung dapat menyebabkan iritasi. Iritasi pada lambung dapat menyebabkan pembengkakan.

8. Minuman berkarbonasi
Minuman berkarbonasi mengandung gelembung-gelembung udara. Tentunya gelembung-gelembung tersebut akan berakhir di perut. Maka hindarilah minuman yang berkarbonasi.

9. Permen Karet
Bayak orang yang tidak menyadari ketika mengunyah permen karet, akan menelan udara. Semua udara yang terjebak dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan tekanan, kembung, dan ekspansi perut.

10. Gula Alkohol
Pengganti gula, seperti xylitol atau maltitol, sering ditemukan pada produk rendah kalori atau rendah karbohidrat produk seperti kue, permen, dan coklat.

Seperti serat, saluran pencernaan tidak dapat menyerap sebagian besar dari makanan tersebut. Produk makanan tersebut memang rendah kalori, tetapi tidak begitu baik untuk perut. Gula alkohol menyebabkan gas, distensi perut, kembung dan diare.

Depresi? ini cara mengatasinya…

Menghadapi masalah berat membuat jiwa mengalami depresi


Depresi adalah merupakan salah satu gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih yang berlebihan, murung, tidak bersemangat, merasa tidak berharga, merasa kosong, dan tidak ada harapan, berpusat pada kegagalan dan menuduh diri, dan sering disertai iri dan pikiran bunuh diri, seseorang tidak berminat untuk menjadi sembuh. Berbagai cara dilakukan penderita untuk mengakhiri segala hal yang membuatnya tak nyaman misalnya dengan cara menenggak minuman beralkohol dan mengkonsumsi psikotropika. Lain halnya dengan keluarga penderita, jika ada salah satu anggota keluarganya mengalami depresi, tentu sangat ingin dan penting untuk mendapatkan perawatan secara profesional. Tapi ada hal yang dapat bisa dilakukan untuk meredakan gejala depresi, seperti berolahraga, mengubah diet, bahkan bermain dengan hewan peliharaan dapat memperbaiki mood penderita depresi.

Dibawah ini ada 12 tips mengatasi depresi :
1. Membicarakan masalah pemicu depresi dengan orang terpercaya
Masalah yang muncul bukan sesuatu yang harus diabaikan melainkan harus dicari solusi yang terbaik. Hanya kepada orang terpercayalah sebaiknya masalah didiskusikan agar mendapat penyelesaian yang baik.
Bicarakan hal ini secara baik dengan orang terpercaya misalnya pendamping hidup, orang tua maupun sahabat anda agar hasil yang dicapai melegakan semua pihak.

2. Bermain dengan hewan peliharaan.

Bermain bersama binatang kesayangan mengurangi stress


Terkadang hewan peliharaan benar-benar dapat menjadi teman terbaik bahkan bisa menjadi terapi yang baik. Karena disaat Anda bermain dengan hewan peliharaan, maka Anda dapat melupakan semua masalah Anda.

3. Mengatur pola makan

Meskipun tidak ada diet khusus untuk mengatasi depresi, toh, diet sehat tetap bisa menjadi bagian dari rencana perawatan keseluruhan. Membangun pola makan dengan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan emosional.

4. Pilih makanan untuk meningkatkan mood Anda
Beberapa penelitian menunjukkan asam lemak omega-3 dan vitamin B12 dapat mengurangi perubahan mood yang merupakan bagian dari depresi. Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan mackerel mengandung omega-3 asam lemak. Seafood dan produk susu rendah lemak adalah sumber vitamin B12. Sedangkan vegetarian yang tidak makan daging atau ikan bisa mendapatkan B12 pada sereal, produk susu, dan suplemen.

5. Cobalah karbohidrat rendah lemak

Serotonin adalah bahan kimia otak yang meningkatkan rasa kesejahteraan. Karbohidrat meningkatkan tingkat serotonin dalam otak Anda. Karbohidrat rendah lemak seperti popcorn, kentang panggang, biskuit, atau pasta pilihan, sayuran, buah, dan gandum pilihan juga menyediakan serat, adalah pilihan yang tepat.

6. Kurangi minum kafein untuk meningkatkan mood

Kecemasan dapat menyertai depresi. Terlalu banyak kafein dapat membuat Anda gugup, gelisah, atau cemas. Jadi kurangi kebiasaan minum soda, kopi, teh, dan cokelat yang dapat membuat perbedaan dalam suasana hati Anda. Hal ini juga dapat membantu Anda tidur lebih baik di malam hari.

7. Rajin periksa ke dokter untuk menjaga kesehatan baik fisik maupun mental

Perasaan depresi dapat dikaitkan dengan rasa sakit secara fisik. Pergilah ke dokter untuk mendapatkan konsultasi yang tepat mengatasi masalah rasa sakit anda.

8. Tempat mengadu yang terbaik adalah Tuhan

Sebagai individu yang beragama, tempat terbaik untuk melepaskan segala beban adalah Tuhan. Lakukanlah doa untuk kebaikan hidup karena jalan ini adalah pilihan yang terbaik.

9. Berolahraga

Bagi beberapa orang, olahraga sangat baik sebagai antidepresan. Dan Anda tidak perlu lari maraton, cukup berjalan-jalan dengan seorang teman. Dengan berjalannya waktu, olahraga dapat meningkatkan aktivitas Anda pada hari-hari berikutnya. Anda akan merasa lebih baik secara fisik, tidur lebih nyenyak, dan memperbaiki suasana hati Anda.

10. Pilih latihan Anda

Jika Anda tidak ingin olahraga yang berat, Anda bisa memilih olahraga yang sedikit santai, misalnya bermain golf, naik sepeda, bekerja di kebun Anda, bermain tenis, atau berenang. Yang penting adalah untuk melakukan sesuatu yang Anda sukai.

11. Latihan dengan dukungan lainnya

Tetap terhubung dengan orang lain membantu mengatasi kelesuan, kelelahan, dan kesepian. Bergabunglah dengan kelompok olahraga atau latihan dengan teman, dan Anda akan memiliki dukungan untuk membantu Anda tetap di jalur!

12. Lakukan kreativitas Anda

Melukis, fotografi, bermusik, merajut, atau menulis semua adalah cara orang menjelajahi perasaan mereka dan mengekspresikan apa yang ada di pikiran mereka. Menjadi kreatif dapat membantu Anda merasa lebih baik. Tujuannya bukan untuk menciptakan sebuah mahakarya. Lakukan sesuatu yang memberi Anda kesenangan. Ini dapat membantu Anda lebih memahami siapa Anda dan bagaimana Anda merasa.

TIPS Memperbaiki Kualitas dan Gaya Bicara saat Presentasi

presentasi


Saat Presentasi kebanyakan dari kita bisa jadi gugup ,walaupun kata-kata sudah disusun sedemkian bagus. Tetap saja bisa jadi kacau saat Presentasi berjalan ..adalah berbagai situasi khusus yang menuntut kamu bisa berbicara dengan jernih, mampu menyetir tindakan, dan bisa menciptakan hasil akhir sesuai dengan keinginan. Bagaimana kamu bisa melakukannya ? Dengan memperbaiki kualitas dan gaya bicara kamu !

Ini caranya :

Kesamaan Pandangan

Ciptakan shared point of view. Menciptakan koneksi sesegera mungkin dengan individu atau sekelompok orang yang menjadi audience kamu, adalah hal yang sangat penting. Kamu bisa melakukan ini secara efektif dengan membangun kesamaan pandangan. Mengapa kamu semua berada di ruang yang sama ? Apa yang menyatukan kamu semua ? Bicaralah tentang hal ini, dengan menggunakan “SAYA-ANDA-KITA” sebanyak yang bisa kamu lakukan.

Nafas dan Koneksi Awal

Jangan mulai berbicara sebelum kamu menarik nafas yang dalam dan panjang. Selama proses itu, lihatlah ke audience dan carilah sebuah wajah yang ramah, kemudian buatlah koneksi dengannya sekitar 4 detik. Berikutnya, perluaslah koneksi kamu agar bisa berkoneksi dengan seluruh audience. Tariklah nafas kedua, lalu mulailah berbicara.

Kata Pembuka

Buatlah kalimat pembuka yang powerful. 30 detik pertama dari bicara kamu, adalah saat terpenting untuk keseluruhan bicara kamu. Gunakan kutipan, misalnya ” Tahukah kamu syarat utama masuk ke surga ? …..Mati !!” Gunakan kutipan lagu. Tanyakan sebuah pertanyaan yang filosofis. Sajikan fakta yang mengejutkan, dan sebagainya. Tugas awal kamu adalah menarik perhatikan audience.

Hiburan

Ceritakanlah sesuatu yang bisa membuat audience merasa ringan, segar dan nyaman. Lakukan ini dengan konteks “SAYA-ANDA-KITA”.

Bahasa Audience

Bicaralah dalam bahasa yang akrab dengan audience. Bahan bicara kamu mestinya mendekati bentuk percakapan satu lawan satu dengan anggota audience. Gunakan terminologi yang mereka gunakan. Pahamilah kebiasaan mereka berbicara. Hindari kata-kata yang sulit mereka mengerti.

Kontak Mata

Kontak mata akan menolong kamu dan audience kamu. Khususnya, saat kamu menyampaikan sesuatu yang punya dampak emosional. Jangan sampai, saat menyampaikan hal penting mata kamu malah sedang melihat ke lantai atau ke luar jendela. Melihat ke arah bawah atau ke lantai, adalah kebiasaan yang umum saat kita terlibat dengan emosi dan perasaan pribadi. Waspadalah agar jangan sampai kebiasaan ini muncul saat kamu harus berbicara di depan audience.

Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi dan kisah hidup kamu, bisa kamu gunakan sebagai contoh dan metafora. Telusuri sejarah hidup kamu dan temukan saat-saat di mana kamu punya konflik, identifikasi pelajaran dan peluang yang muncul dari konflik itu. Ini adalah alat yang powerful dan mudah ditransfer ke dalam benak audience. Carilah kisah sukses dalam hidup kamu, ceritakan bagaimana kamu bisa mencapainya. Mereka datang untuk menemui kamu, bukan orang lain.

Peran Hati

Kuasai pembukaan dan penutupan kamu dengan sepenuh hati. Dua titik ini adalah titik-titik terpenting untuk koneksi kamu dengan audience.

Interaktivitas

Berilah waktu bagi audience untuk bertanya

Strategi Penutupan

Rencanakan strategi penutupan kamu. Upayakan agar tidak melewati batas waktu yang dialokasikan

Semua tips di atas sudah lebih dari cukup bagi kamu, untuk merasakan kenyamanan saat berbicara. Sebab, kamu akan berbicara dengan rasa powerful dan otentik, sekaligus dipersepsi punya otoritas dan bisa dipercaya. Dengan semua tips diatas, sebagian besar tips senjata terpenting dalam public speaking telah kamu implementasikan.

Merenung

Tadabur

Dalam satu hari, berapa menit atau jam kah Anda meluangkan waktu untuk merenung?

Ya, merenung ringan? Tentang apapun yang terkait dengan hidup dan kehidupan Anda?

Atau Anda termasuk orang yang tak peduli atau tidak suka untuk itu?

‘Waktu adalah uang’, begitu kata sebagian orang sehingga tiada guna membuang-buang waktu untuk sekedar merenung ringan. Jika Anda termasuk kategori yang terakhir, Anda tidak cocok membaca artikel ini.

Ya, artikel ini memang dirancang untuk orang yang suka atau setidaknya pernah melakukan dan menikmati aktivitas merenung tersebut.

Pertanyaannya sekarang adalah ‘merenung yang bagaimana’ dan ‘merenung tentang apa?’ Pertanyaan ini layak dikemukakan, karena kalau sekedar merenung, apalagi merenung tentang hal yang bukan-bukan (bahkan menjurus pada melamun negatif) itu sama saja dengan hanya menyia-nyiakan waktu.

Untuk menjawab pertanyaan tentang merenung tersebut gambarannya adalah sebagai berikut : Dalam menjalani hidup, pernahkah Anda berada pada kondisi dimana energi jiwa-batin-spiritual Anda seperti ‘bocor terkuras’ hingga jiwa-batin–spiritual Anda meraca ‘capek’-‘letih’-‘lelah’ dan ‘selesai’?

Jika Anda belum pernah mengalami hal itu, bersyukurlah dengan segenap jiwa-batin-spiritual Anda karena Anda beruntung tidak mengalami jalan yang sulit. Jika pernah mengalami hal itu, dan Anda sudah berhasil melaluinya, bersyukurlah karena jiwa-batin-spiritual Anda menjadi lebih teruji. Jika Anda mungkin kini sedang mengalami hal itu, pun bersyukurlah karena dengan begitu Anda dapat berhenti sejenak me-refresh jiwa-batin-spiritual diri Anda.

Nah, proses berhenti sejenak inilah yang kami maksudkan dengan ‘merenung yang bagaimana’ tadi. Kemudian, mengenai ‘merenung tentang apa?’ Khusus dalam makalah ini kami mengajak Anda guna merenungkan kembali ajaran-ajaran atau hadits-hadits Rasulullah Muhammad SAW. Ya ajaran atau hadits itu menurut beberapa penulis masihlah relevan dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari saat ini.

Mengapa harus ajaran atau hadits Rasulullah Muhammad SAW? Ya, karena selain Al Qur’an, Rasulullah Muhammad SAW–lah yang menjadi rujukan serta acuan hidup dan kehidupan sebagian besar ummat islam. Terlepas dari apakah Anda termasuk kategori orang islam yang santri, yang abangan atau yang priyayi (pinjam istilahnya Clifford Geertz) atau bahkan berada diluar kategori itu pun, diharapkan dapat mengambil manfaat dari artikel ini.

Manfaat yang bagaimanakah itu ? Bagi penulis, akan merupakan manfaat yang sangat berarti ketika Anda dapat menikmati proses merenung itu. Juga ketika Anda sedikit banyak merasa ter-refresh-kan jiwa-batin-spiritual diri Anda setelah membaca artikel ini. 

Akhir salam, selamat merenung dan mudah-mudahan membawa manfaat bagi diri Anda dan kita semua.

Imam ibn Qayyim al Jauziyah mengutip sebuah riwayat yang menceritakan bahwa suatu saat ketika Rasulullah Muhammad SAW sudah bersiap-siap untuk mengerjakan shalat jamaah bersama para sahabat, tiba-tiba ada seorang yang menyela dan bertanya: ‘Ya, Rasulullah, kapan datangnya hari kiamat?’ Rasulullah Muhammad SAW tidak menjawab dan mengisyaratkan orang untuk salat.

Selesai shalat Rasulullah Muhammad SAW mencari si penanya : ‘Siapa tadi yang bertanya tentang kiamat?’; Saya ya Rasulullah,’ jawab orang tersebut. ‘Kemarilah wahai saudaraku,’ sambil merangkul pundak orang tersebut Nabi SAW balik bertanya,”wahai saudaraku apa bekal yang telah kau siapkan untuk menghadapi kiamat?’ ganti orang tersebut yang tersipu dan kemudian mengatakan, ‘Ya Rasulullah, shalatku belum khusyu’, puasaku mungkin kurang berkualitas, tetapi ya Rasulullah aku sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.’

Kemudian Rasulullah SAW menjawab; ‘innaka ma’a man ahbabtaa (engkau akan bersama dengan yang engkau cintai)’. Seandainya sekarang Rasulullah SAW hadir dan bertanya kepada kita dengan redaksi yang berbeda; ‘wahai saudaraku apa buktinya bahwa engkau mencintai aku?’

Kita mungkin akan tersipu dan mulut menjadi terkunci. Salah satu indikasi bahwa kita mencintai Rasulullah Muhammad SAW adalah bahwa kita akan mengikuti sunnah-sunnahnya. Untuk dapat mengikuti sunnahnya maka kita harus mengetahui sunnah-sunnahnya. Sunnah Rasulullah Muhammad SAW secara sederhana dapat diartikan sebagai cara hidup baik menyangkut ucapan, perbuatan maupun ketetapan Rasulullah Muhammad SAW, yang kemudian populer disebut sebagai hadits.

Para ulama telah bersusah payah untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah Muhammad SAW tersebut. Hadits Nabi SAW tersebar dalam berbagai kitab hadits dengan jumlah yang mencapai ribuan hadits, semuanya menghimpun dan merekam perilaku Nabi SAW dalam berbagai aspeknya.

 1. HAKIKAT TAQWA

Dari Abu Sa’id al Khudry berkata bahwa seseorang menghadap Rasulullah Muhammad SAW dan berkata, “ Ya Rasulullah SAW nasihatilah saya.’ Beliau menjawab, ‘Engkau harus mempunyai ketaqwaan kepada Allah karena ketaqwaan adalah kumpulan seluruh kebaikan. Engkau harus bersungguh-sungguh dalam kebaikan karena bersungguh-sungguh adalah kerahiban kaum muslim dan engkau harus zikir kepada Allah, karena zikir adalah cahaya bagimu.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad) Sudahkah kita berikhtiar untuk menjadi orang yang benar-benar bertaqwa?

2. SIAPA KELUARGA MUHAMMAD SAW?

Dari Anas bin Malik berkata bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW “Siapakah keluarga Muhammad?’ Nabi Muhammad SAW menjawab, ‘Setiap orang yang bertakwa.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Kekeluargaan bukanlah sekadar hubungan darah, melainkan juga spiritual. Itu berarti meskipun kita mempunyai hubungan darah dengan seseorang kalau berbeda keimanannya (spiritualitasnya), mereka bukan bagian dari “keluarga kita”.

Bagaimana kita menyikapi hal ini? (hubungan kekeluargaan yang didasarkan tidak hanya pada hubungan darah melainkan juga ketaqwaan akan kekal sampai di akhirat)

3. BUKTI IMAN

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tamunya, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

RENUNGAN Apakah kita termasuk orang yang beriman atau tidak dilihat dari apakah kita sudah berbuat baik atau belum kepada lingkungan sosial kita. Termasuk manakah diri kita?

4. AKHLAK NABI MUHAMMAD SAW

Dari Abu Sa’id al Khudry meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW selalu memberi makan unta-unta, menyapu lantai rumah, memperbaiki sandal, menambal baju, memerah susu, makan bersama pelayan dan membantunya menggiling gandum jika pelayan lelah. Beliau tidak pernah merasa malu membawa barang-barang beliau sendiri dari pasar untuk keluarganya. Beliau biasa berjabat tangan dengan orang kaya maupun miskin, dan lebih dulu memberi salam jika bertemu. Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah mencela makanan apa pun yang dihidangkan kepada beliau, sekalipun hanya kurma kering. Beliau sangat sederhana dalam hal makan, baik dalam berteman, wajahnya bercahaya, tersenyum tanpa tertawa, sedih tapi tidak cemberut, rendah hati tapi tidak lembek, murah hati tapi tidak boros, berhati lembut dan kasih sayang kepada setiap muslim, tidak pernah memperlihatkan tanda-tanda telah makan kenyang dan juga tidak pernah mengulurkan tangan dengan rakus. (HR. Ahmad)

RENUNGAN Apa yang kita banggakan dari diri kita? Sudahkah kita meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW? Bagaimana kira-kira seandainya Rasulullah Muhammad SAW hadir bersama kita dan melihat kelakuan kita? Pernahkah kita merenungkan hal tersebut?

5. TIGA HAL YANG MEMBAHAYAKAN

Ibn Mas’ud ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Ada tiga hal yang menjadi akar semua dosa, jagalah dirimu dan waspadalah terhadap ketiganya.

Waspadalah terhadap kesombongan, sebab kesombongan telah menjadikan iblis menolak sujud pada Adam.

Waspadalah terhadap kerakusan, sebab kerakusan telah menyebabkan Adam makan buah dari pohon terlarang.

Dan jagalah dirimu dari dengki, sebab dengki telah menyebabkan salah satu anak Adam membunuh saudaranya.” (HR. Ahmad)

Renungan :

  1. Ketika kita mempunyai kelebihan baik ilmu, harta maupun kedudukan, dapatkah kita lebih bersikap rendah hati?
  2. Isi dunia ini akan cukup untuk memberi makan kepada seluruh penghuninya, tetapi tahukah kita bahwa isi dunia ini tidak cukup untuk memberi makan kepada satu orang yang serakah?
  3. Bagaimana perasaan kita ketika melihat saudara kita yang mendapatkan keberhasilan? Bagaimana perasaan kita ketika melihat teman kita yang mendapat kegagalan? (kalau kita sedih melihat teman kita berhasil, atau sebaliknya kalau kita senang melihat teman kita gagal berarti kita sudah terkena penyakit dengki.) Naudzubillah……

6. TUJUH GOLONGAN MANUSIA BERUNTUNG

Abu Sa’id al Khudry dari Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Ada tujuh golongan manusia yang dinaungi Allah SWT dalam naunganNya pada hari ketika tidak ada naungan selain naunganNya : 

  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang bersemangat beribadah kepada Allah SWT
  3. Seseorang yang hatinya selalu berkait dengan masjid sejak ia keluar hingga kembali
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, yang bertemu dan berpisah karena Allah
  5. Seseorang yang mengingat Allah hingga air matanya mengalir
  6. Seseorang yang digoda wanita cantik yang lebih tinggi statusnya kemudian menjawab “aku takut kepada Allah Tuhan Semesta Alam” dan
  7. Seseorang yang bersedekah dengan diam-diam hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya. (HR. Bukhari, Muslim, At Tirmidzi dan Al-Nasa’i)

RENUNGAN Termasuk kelompok yang manakah diri kita? (Betapa celakanya apabila kita tidak termasuk satu diantara tujuh kelompok tersebut!)

Mari merenung…… Persembahan ini ditujukan kepada:

Seluruh Saudara-Saudari kami Tercinta, karyawan dan karyawati Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap

Semoga dengan merenung, kita mengawali untuk perbaiki diri, mulai dari diri sendiri dan saat ini….

Selamat merenung…….

Hari Ibu: Ketegaran dan Semangat Berbuah Bahagia

Tak cukup menuliskan kata untuk mengisahkan kisah ini. Mungkin berjuta lembar kertas pun takkan sanggup menjadi tempat untuk mencurahkan cerita ini. Suka duka dan seribu satu peristiwa kualami bersamanya, 37 tahun sudah kuhirup udara dunia melalui kasih sayang beliau. Ibuku, seorang perempuan sederhana yang sangat berenergi di mataku. Keterbatasan sosial ekonomi yang dimiliki bukanlah penghalang baginya untuk menjadikanku seorang manusia yang berhasil meraih cita-cita.

Bagai peribahasa “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, inilah kisah yang tepat bagi kami. Memori ini berawal dari perginya seorang lelaki pelindung, ayahku. Sehari setelahnya, ibuku harus dirawat karena mengidap penyakit tumor kronis yang terabaikan. Terabaikan karena tak ada biaya untuk berobat. Dengan hanya bersisa 2,8 haemoglobin dalam darah, ibuku harus menjalani transfusi darah sebanyak 4,5 liter dan ibuku bertahan. Semangat hidupnya yang tinggi menghapus kekhawatiranku akan kehilangan kedua orangtuaku dalam sekejap. Wajah pucat pasi itu masih terbayang di pelupuk mata ini, tak berdaya menahan derita. Sungguh Tuhan sedang menguji kami, batas normal kandungan haemoglobin dalam darah perempuan adalah 12,0 Hg dan ibuku hanya memiliki 2,8 Hg saja.

Ini karena kurangnya asupan gizi yang kami alami disebabkan keterbatasan rizki kami kala itu. Uang pensiun TNI dari ayah tak cukup untuk membiayai hidup kami. Mencoba peruntungan dengan berjualan makanan, aku berjualan di sekolahku. Pagi-pagi buta ibuku membuat segala macam makanan kecil, gorengan dan sebagainya untuk aku bawa ke kantin sekolah. Berbekal 3 buah keranjang kue dan segunung doa dari ibu kupergi ke sekolah. Rasa malu didadaku sirna, tak sebanding dengan semangat yang ibu titipkan agar aku mampu membawa pulang uang untuk mencukupi kebutuhan.

Hari demi hari kami jalani tanpa keluh kesah karena saat itulah yang terbaik bagi kami dan harus kami lewati. Alhamdulillah karena rahmat Allah SWT. aku dapat melanjutkan ke sekolah menengah atas dengan nilai yang tertinggi di SMPN 2 Cilacap.

Kesederhanaan menjadi pemandangan yang tiap hari kami pakai, tanpa protes kepada siapa pun sampai pada saatnya aku lulus SMAN 1 Cilacap dengan nilai sangat baik. Mencoba nasib menjadi seorang mahasiswi ikatan dinas di Yogyakarta dengan harapan lulus mendapat pekerjaan di sebuah perguruan tinggi milik instansi pemerintah, namun tak berlangsung lama hanya sehari merasakan sebagai mahasiswi karena ibu tak sanggup menyediakan biaya kost, makan dan uang semesteran yang cukup mahal di tahun 1995. Akhirnya aku mencoba mencari kuliah lain yang membebaskan dari segala biaya. Beruntung aku terjaring dalam sekolah ikatan dinas yang benar-benar gratis bahkan diberi uang saku per bulan meski berada jauh dari kampung halaman. Dengan bermodal semangat yang ibu tularkan, aku beranikan diri menembus ibukota Jakarta demi perbaikan nasib yang aku alami. Tiga tahun berkelana dengan hanya mendapat kiriman uang kost sebesar Rp. 40ribu, itu pun mungkin hasil tabungan ibuku selama sebulan karena uang pensiun sudah habis untuk bayar cicilan Bank saat masuk kuliah di yogyakarta. Hal yang lebih membuat aku meronta, Ibu sering menjadi buruh di TPI sebagai pembersih ubur-ubur, kala aku jauh di Jakarta dan itu membuat hatiku tersayat.

Aku bertahan hidup mengandalkan uang ikatan dinas dari sekolah, pun datangnya tak menentu kadang tepat waktu, kadang mundur. Kadangkala aku kerja serabutan ikut kegiatan survei para senior agar bisa untuk makan. Nilai tak kuhiraukan yang penting bisa naik tingkat dan lulus. Tiga tahun menuntut ilmu dan hanya sekali ibuku menjenguk aku itupun karena aku di wisuda.

Alhamdulillah semua sampai juga pada tujuan meski aku tertatih dan saat lulus aku didaulat menjadi seorang pegawai negeri sipil.

Ternyata Tuhan selalu melihat kami, Dia tak pernah mengabaikan jerih payah ibu untuk berusaha selalu membahagiakan aku.

Berkat restu ibu dan ridlo Allah SWT, kini aku sangat bersyukur, masih ditemani ibu “Wonder Woman Super Hero” yang selalu menyayangiku. Hidup lebih baik dibanding ketika aku remaja. Mama… terimakasih telah kau tempa aku untuk menguak nasib, meraih cita-cita, menghapus jejak duka yang semoga selamanya tak berulang untuk anak cucu di masa yang akan datang.

Selamat Hari Ibu, tulisan ini takkan pernah ada tanpa semangat, kasih sayang dan cinta yang terpatri dalam sanubariku untuk seorang Wanita yang bernama Poniyah Binti Berhasan kepadaku, anaknya.

Cara Menghindari Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya dan menular. Indonesia merupakan salah satu wilayah yang tergolong memiliki jumlah penderita hepatitis B yang cukup banyak. Jumlah tersebut belum termasuk carrier atau pengidap virus Hepatitis B yang tidak menderita sakit. Carrier merupakan sumber penular abadi.

Hepatitis B umumnya menyerang kelompok usia produktif (kurang lebih umur 40 tahun ke atas). Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini menyerang hati, bersifat ganas dan mudah menular. Virus ini lebih cepat menular jika dibandingkan dengan virus AIDS. Penularan yang paling sering terjadi adalah melalui hubungan seksual, kontak darah dengan penderita yang telah terkena hepatitis B, jarum suntik, jarum infus, jarum tranfusi, jarum pembuat tato, jarum untuk akupuntur, tindik kuping atau bagian tubuh lainnya, pisau cukur, sikat gigi, peralatan dokter gigi, dan dokter bedah.

Sudah sejak lama, obat anti hepatitis B ditemukan. Obat-obatan tersebut memberi harapan kesembuhan pada kasus penderita yang telah terjangkit. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit hepatitis B adalah melakukan imunisasi. Indonesia telah memulai imunisasi untuk hepatitis B secara massal pada semua bayi yang lahir tahun 1996. Selain pada bayi, imunisasi juga perlu diberikan pada orang yang beresiko tinggi tertular hepatitis B, contohnya saja pekerja medis, pekerja laboratorium, orang yang sering melakukan transfusi (thalassemia, leukimia, anemia aplastik). Juga kepada pekerja seks, gay, para petinju yang rentan sekali berdarah di mana darahnya dapat mencemari luka lawannya saat pertandingan. Imunisasi juga hendaklah dapat diberikan kepada semua anggota keluarga jika di rumah ada yang mengidap penyakit ini.

Imunisasi hepatitis B diberikan kepada semua bayi yang baru lahir, digabung dengan program imunisasi lainnya. Suntikan imunisasi diberikan secara berulang 3 kali. Demikian pula untuk orang dewasa, khususnya bagi seseorang yang memiliki resiko tinggi terkena hepatitis B. Berbeda dengan imunisasi yang diberikan untuk bayi yang baru lahir, orang dewasa harus melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu (HsAg, Anti Hbc, Anti Hbs). Setelah membaca hasil ketiga pemeriksaan darah tersebut, baru dokter akan menentukan apakah imunisasi boleh dilakukan atau tidak.

Hidup Bertetangga

Tetangga, Satu Pintu Syurga

Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak akan lepas dari yang namanya tetangga. Tetangga adalah saudara terdekat yang kita miliki. Siapa yang pertama kali kita minta tolong saat sedang kesusahan jika bukan tetangga? Karena itulah, tetangga memiliki peranan yang cukup penting dalam kehidupan kita.

Sayangnya, banyak dari kita yang memperlakukan tetangga dengan tidak semestinya. Terlebih lagi jika kita memiliki rasa tidak suka kepada tetangga tersebut. Secara tidak langsung, kita telah menanam bibit permusuhan, yang kemungkinan besar dapat menjadi konflik yang meruntuhkan ukhuwah islamiyah.

Sikap memandang rendah dan permusuhan seperti ini jelas-jelas tidak sesuai dengan ajaran islam. Islam menempatkan tetangga sebagai bagian yang penting. Bahkan sikap kita kepada tetangga pun dapat menjadi ladang amal kita untuk meraih syurga Allah SWT, Insya Allah. Karenanya, dalam islam diajarkan dengan jelas bagaimana kita harus bersikap kepada tetangga kita, apa dan siapapun mereka.

Dalil Hidup Bertetangga

Banyak sekali dalil yang dapat kita temukan tentang hidup bertetangga. Dalil-dalil tersebut mengajarka kepada kita bagaimana kita harus bersikap kepada tetangga kita, baik itu tetangga dekat maupun tetangga jauh sekalipun. Jika kita mampu dan mau bersikap kepada tetangga kita seperti ajaran islam yang terkandung dalam dalil-dalil ini, maka ukhuwah islamiyah akan terjalin dengan kuat, dan hidup kita pun akan semakin bermakna.

Dalil-dalil yang membahas tentang hidup bertetangga diantaranya adalah:

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa’: 36)

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tetangga ada tiga macam: tetangga yang memiliki satu hak –dan ia adalah tetangga yang paling dekat–, tetangga yang memiliki dua hak, dan tetangga yang memiliki tiga hak –dan ini adalah tetangga yang paling utama–. Adapun tetangga yang memiliki satu hak adalah tetangga musyrik tidak ada rahmat baginya; ia hanya memiliki hak sebagai tetangga. Adapun tetangga yang memiliki tiga hak adalah tetangga muslim yang memiliki rahmat; ia memiliki hak sebagai tetangga, hak Islam, dan hak silaturrahim.” (Al-Bazzar, Abu Na’im dalam kitab Al-Hilyah)

Saking seringnya Jibril berwasiat tentang tetangga dan menjelaskan hak-hak mereka, Rasulullah saw. sampai-sampai mengira Jibril akan berkata, “Sebagian dari hak-hak mereka adalah mewariskan hartanya setelah kematiannya, seperti kepada kerabatnya.” (Bukhari, hadits nomor 5555)

dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak masuk surga seseorang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Muslim, hadits nomor 66)

Abu Hurairah r.a. berkata, seseorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulanah sering disebut karena shalat, puasa dan sedekahnya yang sangat banyak, hanya saja ia menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah saw. berkata, “Wanita itu di neraka.” Lelaki itu berkata lagi, “Sesungguhnya si fulanah sering disebut karena shalat, puasa, dan sedekahnya yang sangat sedikit, ia bersedekah dengan sepotong keju serta tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah saw. bersabda, “Wanita itu di surga.” (Ahmad, hadits nomor 9298, dan Al-Hakim)

Masih dari Abu Hurairah r.a., “Seseorang datang kepada Nabi Muhammad saw. mengeluhkan tetangganya. Beliau berkata, ‘Pulang dan bersabarlah!’ Untuk kedua dan ketiga kalinya orang itu datang lagi. Beliau kemudian berkata, ‘Pulang dan letakkan barang-barangmu di tengah jalan.’ Ia kemudian kembali pulang dan meletakkan barang-barangnya di jalan, sehingga orang-orang yang menyaksikannya bertanya kepadanya, ia pun membeberkan masalahnya. Mengetahui hal tersebut, orang-orang justru melaknat tetangganya yang jahat itu dengan mengatakan, ‘Semoga Allah memperlakukannya demikina dan demikian.’ Tetangganya kemudian datang kepadanya dan berkata, ‘Pulanglah ke rumahmu, engkau tidak akan melihat sesuatu yang engkau benci dariku.’” (Abu Dawud, hadits nomor 4468).

Masih banyak lagi dalil-dalil yang dapat kita temukan mengenai hidup bertetangga ini. Karenanya, marilah kita terus berusaha untuk menjalin hubungan yang baik dengan tetangga kita, sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

Hak Tetangga

Dalam hidup bermasyarakat, setiap anggaota masyarakat memiliki haknya masing-masing. Demikian juga halnya dengan tetangga kita. Mereka memiliki hak yang berasal dari diri kita. Lantas apa saja hak-hak tetangga dari kita menurut islam? Kita dapat mengetahuinya dengan menyimak sabda Rasulullah saw berikut ini:

“Apabila ia meminta pinjaman kepadamu, engkau meminjamkan. Bila ia meminta meminta pertolongan kepadamu, engkau menolongnya. Bila ia membutuhkan sesuatu, engkau memberikannya. Apabila ia ditimpa kemiskinan, engkau membantunya. Bila mendapatkan kebaikan, engkau ucapkan selamat kepadanya. Bila menerima cobaan, engkau menghiburnya. Dan bila ia meninggal, engkau mengiringi jenazahnya.

Jangan tinggikan tembok rumahmu sehingga angin terhalang untuknya selain dengan seizinnya. Jangan sakiti ia dengan aroma masakanmu kecuali engkau berikan sebagian darinya. Bila engkau membeli buah, maka hadiahkanlah pula untuknya. Bila engkau tak mampu melakukannya, maka curahkanlah kegembiraan dalam dadanya. Jangan keluarkan anakmu untuk menciptakan kemarahan dalam diri anak-anaknya.” (At-Tabrani mengatakan ini ucapan Mu’adz bin Jabal, tapi para ulama berkata ini hadits marfu’ yang sanadnya lemah tapi maknanya shahih).

Karena itu, kualitas hubungan kita dengan tetangga adalah cermin diri kita. Jika hubungan dengan tetangga buruk, kita buruk. Jika baik, kita baik. Hal ini pernah ditanyakan Abdullah bin Mas’ud kepada Rasululllah saw. “Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa saya telah berbuat baik dan berbuat buruk?” Rasulullah saw. menjawab, “Apabila engkau mendengar tetanggamu mengatakan bahwa engkau berbuat baik, maka engkau telah berbuat baik. Dan apabila engkau mendengar mereka berkata bahwa engkau berbuat jahat, maka engkau telah berbuat jahat.” (Ibnu Majah, hadits nomor 4213).

Memuliakan Tetangga

Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk selalu berbuat baik kepada sesame makhluk. Terlebih lagi kepada tetangga kita. Karena merekalah orang yang paling dekat dengan kita, saudara terdekat kita. Dengan berbuat baik kepada mereka, setidaknya kita telah menabung amal sebagai bekal di akhirat kelak.

Lantas, agaimanakah cara kita berbuat baik kepada tetanggaa kita? Islam telah mengajarkan caranya. Memuliakan teangga merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan. hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah saw berikut:

Ibnu Umar dan Aisyah r.a. berkata, Nabi saw. bersabda, “Jibril selalu menasihatiku untuk berlaku dermawan terhadap para tetangga, hingga rasanya aku ingin memasukkan tetangga-tetangga tersebut ke dalam kelompok ahli waris seorang muslim.” (Bukhari dan Muslim)

Abu Dzarr r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Hai Abu Dzarr, jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya dan perhatikan (bagilah tetanggamu).” (Muslim)

Abu Hurairah berkata, bersabda Nabi saw., “Demi Allah, tidak beriman, demi Allah, tidak beriman, demi Allah, tidak beriman.” Ditanya, “Siapa, ya Rasulullah?” Jawab Nabi, “Orang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya.” (Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah berkata, bersabda Nabi saw. “Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah memuliakan tetangganya.” (Bukhari dan Muslim)

Nabi saw juga bersabda, “Orang yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya lapar, bukanlah umatku.”

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memuliakan tetangga kita. Beberapa cara untuk memuliakan tetangga diantaranya adalah:

  • Mengucapkan salam ketika bertemu.

Rasulullah saw. yaitu, “Kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang apabila kalian kerjakan, niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian”. (H.R. Bukhari-Muslim)

  • Menjenguk Ketika Sakit

Bukhari meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwa Rasulullah saw bersabda, “Jenguklah orang yang sakit; beri makanlah orang yang lapar dan lepaskanlah orang yang dipenjara”.Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Hak seseorang Muslim terhadap Muslim lainnya adalima; Menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin”.

  • Mendoakan Ketika Bersin

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu bersin, hendaklah ia mengucapkan, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), dan saudaranya atau temannya hendaknya mengucapkan untuknya, Yarhamukallah (semoga Allah mengasihimu)’ Apabila teman atau saudaranya tersebut mengatakan, Yarhamukallah (semoga Allah mengasihimu), kepadanya, maka hendaklah ia mengucapkan, Yahdikumullah wa yushlihu balakum.

  • Menziarahi karena Allah

Ibnu Majah dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa menjenguk orang sakit atau berziarah kepada seorang saudara di jalan Allah, maka ia akan diseru oleh seorang penyeru “Hendaklah engkau berbuat baik, dan baiklah perjalananmu, (karenanya) engkau akan menempati suatu tempat di surga”.

  • Menolong ketika kesempitan

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda; “Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh berbuat zhalim kepadanya dan tidak boleh menyia-nyiakannya (membiarkan, tidak menolongnya). Barang siapa menolong kebutuhan saudaranya maka Allah akan menolong kebutuhannya, barang siapa menyingkirkan suatu kesusahan dari seorang muslim, niscaya Allah akan menyingkirkan darinya suatu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat”

  • Memenuhi undangannya apabila ia mengundang

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra , bahwa Rasulullah saw. bersabda; Hak seseorang Muslim terhadap Muslim lainnya adalima; Menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin”

  • Memberikan ucapan selamat

Ad-Dailami meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, “Barang siapa bertemu saudaranya ketika bubar dari shalat Jum’at, maka hendaklah ia mengucapkan “Semoga (Allah) menerima (amal dan doa) kami dan kamu.

  • Saling memberi hadiah

At-Thabrani meriwayatkan dalam Al-Ausath dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda, “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai”
Ad-Dailami meriwayatkan dari Anas secara marfu’, “Hendaklah kalian saling memberi hadiah karena hal itu dapat mewariskan kecintaan dan menghilangkan kedengkian-kedengkian”
Imam Malik di dalam Al-Muwaththa’ meriwayatkan, “Saling bermaaf-maafkanlah, niscaya kedengkian akan hilang. Dan saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian akan saling mencintai dan hilanglah permusuhan.”

Wasiat Rasulullah tentang Tetangga

Sebagai tambahan, berikut ini kami rangkumkan wasiat yang diberikan oleh Rasulullah saw dalam bertetangga.

  • Dosa Orang Yang Tetangganya Tidak Aman Dari Gangguannya

عَنْ أبي شُرَيْحٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قالَ: وَاللهِ لا يُؤْمِنُ وَاللهِ لا يُؤْمِنُ وَاللهِ لا يُؤْمِنُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قالَ: الَّذِي لا يَأمَنُ جَارُهُ بَوَائِقُهُ. رواه البخاري

Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman. Ada yang bertanya: Siapa itu Ya Rasulullah? Jawab Nabi: Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya. (H.R Bukhari)

  • Larangan Meremehkan Hadiah Dari Tetangga

عن أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ:
يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ. رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Haurairah ra berkata: Nabi Muhammad saw pernah bersabda: Wahai para wanita muslimah, janganlah ada seorang tetangga yag meremehkan hadiah tetangganya meskipun kikil (kaki) kambing. (HR Al Bukhari dan Muslim)

  • Barang Siapa Beriman Kepada Allah Dan Hari Akhir Maka Jangan Menyakiti Tetangga

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت. رواه البخاري ومسلم وابن ماجه

Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah menghormati tamunya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam. (HR AL Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)

  • Hak Tetangga Yang Lebih Dekat Pintunya

عن عائشة رضي الله عنها قالت: يا رسول الله إن لي جارين فإلى أيهما أُهدي؟ قال: إلى أقربهما منك باباً. رواه البخاري

Dari Aisyah ra berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki dua tetangga, kepada tetangga yang manakah aku berikan hadiah? Jawab Nabi: Kepada tetangga yang pintu rumahnya lebih dekat denganmu. (H.R. Bukhari)

Semogat tulisan ini dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah yang kita jalin dengan masyrakat di sekitar kita. AMIN

Wallahu a’lam

Kendalikan Emosi Untuk Tenangkan Hati

Apakah Anda ingin memiliki hati yang damai, tenang, dan penuh dengan keindahan hidup?

Cara yang termudah adalah kendalikan emosi kita sejak dini karena emosi merupakan kunci untuk menemukan diri kita yang sejati.

Kebanyakan masalah yang kita temui dalam hidup ini lebih disebabkan oleh faktor emosi. Meskipun emosi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, namun tidak semua orang mampu menerima dan mengelola emosi dengan baik. Padahal salah satu tanda kecerdasan emosional seseorang adalah kemampuan untuk memonitor apa yang kita rasakan dalam semua peristiwa hidup untuk memperoleh pengetahuan psikologis dan pemahaman akan diri sendiri.

Semua emosi yang kita rasakan berasal dari sembilan kelompok emosi dasar, yaitu putus asa, duka, takut, nafsu, marah, sombong, berani, menerima, dan damai.

Keenam emosi pertama (dari putus asa hingga sombong) berasal dari tiga motivasi dasar yang merupakan naluri alamiah manusia, yaitu keinginan untuk mengontrol, keinginan untuk disetujui, serta keinginan untuk merasa aman dan bertahan hidup. Keenam emosi dan ketiga motivasi tersebut bersifat terbatas dan membatasi manusia. Sedangkan keberanian, penerimaan, dan kedamaian bersifat tak terbatas dan membebaskan manusia. Rasa putus asa memiliki energi yang terendah dan diikuti oleh energi lainnya yang semakin besar pada emosi-emosi selanjutnya dan diakhiri dengan rasa damai yang memiliki energi terbesar.
Semua emosi sebenarnya berguna bagi kita karena dapat memberikan informasi apa yang tengah kita hadapi dan menjadi alat sensor bagi jiwa untuk mengetahui apakah situasi berjalan dengan baik atau tidak. Namun, keenam emosi pertama umumnya tidak disukai karena membuat kita tak nyaman sehingga kita menamakannya sebagai energi atau emosi yang negatif.

Cara yang baik dan sehat dalam mengelola emosi adalah dengan melepaskannya (releasing). Karena sifatnya yang dinamis, emosi sebagai energi harus dibiarkan mengalir dan bergerak melalui diri kita. Setiap kali kita melepaskan emosi, kita berangsur-angsur akan membebaskan energi negatif yang tertahan. Hingga pada akhirnya semua terlepas dan kita akan merasa bebas, lebih tenang, dan mampu berpikir lebih jernih.

Sebagaimana pikiran harus dipikirkan, maka perasaanpun butuh untuk dirasakan. Untuk membebaskan perasaan, yang diperlukan hanyalah menerima dan menghadapi perasaan tersebut sepenuhnya. Energi atau emosi harus diterima di alam sadar tanpa penolakan. Hanya dengan menyadari dan mengijinkan emosi itu hadir dalam diri kita, maka energi tersebut akan netral dan kembali menjadi bagian dari diri kita sendiri.

Sedangkan menolak untuk menerima diri dan perasaan sebagaimana adanya dapat menyumbat energi dalam diri seseorang. Perasaan yang diabaikan tidak akan menghilang, melainkan hanya tersembunyi di alam bawah sadar dan suatu saat akan muncul ke permukaan. Dengan releasing, kita akan menjadi makhluk yang untouchable atau tak tersentuh oleh masalah. Masalah memang akan tetap terjadi, tetapi kita akan menghadapinya dengan cara yang berbeda.

PUDING KEDELAI SAUS COKELAT

Menikmati weekend bersama suami dan anak-anak adalah saat terindah dalam keluarga. Rasanya kurang “sreg” jika orang-orang yang dikasihi tidak mendapatkan sajian istimewa di hari itu.

Bunda, berikut resep istimewa untuk melengkapi kebahagian keluarga, sarat dengan gizi yang tinggi dan sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang sang buah hati.

Selamat mencoba dan ber-weekend………………🙂

Bahan Puding:

750 mililiter susu kedelai

2 bungkus agar-agar bubuk putih

175 gram gula diet

1 butir telur, kocok lepas

Bahan  saus coklat:

40 mililiter air

50 gram cokelat masak

2 sendok teh kopi instan 100 gram gula diet

¼ sendok teh vanilla essence

10 gram tepung maizena, cairkan dengan 2 sendok makan air

Cara membuat:

  1. Campur jadi satu dalam panci susu kedelai, agar-agar bubuk, ¾ gula diet aduk rata. Rebus hingga mendidih sambil diaduk agar susu tidak pecah
  2. Ambil 2 sendok adonan susu, campurkan dalam kuning telurdan ¼ gula pasir, aduk rata. Tuang kembali ke dalam adonan susu yang sedang direbus.  Masak kembali hingga mendidih dan mengental. Tambahkan vanilla essence aduk rata. Angkat dan dinginkan.
  3. Siapkan cetakan pudding basahi dengan air matang. Tuang adonan susu kedelai ke dalam cetakan, isi hingga penuh. Bekukan dalam lemar pendingin.
  4. Saus cokelat : masak air, kopi instan, gula pasir dan vanilla essence hingga mendidih. Tuang cokelat masak yang sudah dicairkan, kentalkan dengan tepung maizena, angkat.
  5. Sajikan pudding dengan disiram saus cokelat.

Mata Indah Alamiah

Karunia terindah dari Tuhan yang tak ternilai harganya adalah mata. Mata yang segar dan berbinar menjadi daya tarik tersendiri bagi penampilan, khususnya kaum hawa. Namun kurang tidur, asap rokok, hingga berjam-jam menatap layar komputer bisa membuat mata terlihat lelah dan sembab.

Mata merupakan indera yang lebih berharga dari perhiasan mana pun, itu sebabnya jagalah agar ia senantiasa cerah dan sehat.

Yuk, buat mata berbinar dan indah kembali dengan ramuan alami anugerah dari alam yang berkhasiat.

1. Kompres dingin

Bila mata Anda terasa gatal dan merah, cobalah resep sederhana berikut ini: celupkan handuk kecil ke dalam air dingin dan kompres mata hingga handuknya terasa hangat. Ulangi hingga gatalnya mereda.

2. Basuh dengan air dingin

Basuhlah mata dengan air dingin beberapa kali dalam sehari. Terapi ini akan mengurangi inflamasi, melembabkan mata, merilekskan mata dan mengatasi mata lelah.

3. Potongan mentimun dan susu dingin

Salah satu cara paling mudah untuk mengembalikan kesegaran mata adalah dengan membuat masker mentimun atau kentang. Potong bundar lalu letakkan di mata sekitar 15 menit. Cara lain, celupkan kapas ke dalam susu dingin lalu kompres mata.

4. Sendok dingin untuk mata bengkak

Simpanlah sendok ke dalam freezer selama beberapa menit lalu saat masih dingin, tepuk-tepuk area sekitar mata yang bengkak.

5. Strowberi untuk mata lelah

Ambil beberapa strowberi dan simpanlah di dalam kulkas selama beberapa menit lalu letakkan di kelopak mata. Cukup ampuh untuk mata yang lelah.

6. Kantong teh

Didihkan air dalam wadah kecil dan taruhlah dua kantong teh celup. Setelah mendidih sekitar 5 menit, dinginkan. Setelah itu letakkan kantong teh di kelopak mata selama beberapa menit hingga mata terasa rileks. Cara ini juga efektif untuk mengurangi lingkaran hitam, bengkak, serta mengurangi kelelahan pada mata.

Mudah kan untuk mendapatkan mata sehat, cantik dan berbinar?