Kendalikan Emosi Untuk Tenangkan Hati

Apakah Anda ingin memiliki hati yang damai, tenang, dan penuh dengan keindahan hidup?

Cara yang termudah adalah kendalikan emosi kita sejak dini karena emosi merupakan kunci untuk menemukan diri kita yang sejati.

Kebanyakan masalah yang kita temui dalam hidup ini lebih disebabkan oleh faktor emosi. Meskipun emosi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, namun tidak semua orang mampu menerima dan mengelola emosi dengan baik. Padahal salah satu tanda kecerdasan emosional seseorang adalah kemampuan untuk memonitor apa yang kita rasakan dalam semua peristiwa hidup untuk memperoleh pengetahuan psikologis dan pemahaman akan diri sendiri.

Semua emosi yang kita rasakan berasal dari sembilan kelompok emosi dasar, yaitu putus asa, duka, takut, nafsu, marah, sombong, berani, menerima, dan damai.

Keenam emosi pertama (dari putus asa hingga sombong) berasal dari tiga motivasi dasar yang merupakan naluri alamiah manusia, yaitu keinginan untuk mengontrol, keinginan untuk disetujui, serta keinginan untuk merasa aman dan bertahan hidup. Keenam emosi dan ketiga motivasi tersebut bersifat terbatas dan membatasi manusia. Sedangkan keberanian, penerimaan, dan kedamaian bersifat tak terbatas dan membebaskan manusia. Rasa putus asa memiliki energi yang terendah dan diikuti oleh energi lainnya yang semakin besar pada emosi-emosi selanjutnya dan diakhiri dengan rasa damai yang memiliki energi terbesar.
Semua emosi sebenarnya berguna bagi kita karena dapat memberikan informasi apa yang tengah kita hadapi dan menjadi alat sensor bagi jiwa untuk mengetahui apakah situasi berjalan dengan baik atau tidak. Namun, keenam emosi pertama umumnya tidak disukai karena membuat kita tak nyaman sehingga kita menamakannya sebagai energi atau emosi yang negatif.

Cara yang baik dan sehat dalam mengelola emosi adalah dengan melepaskannya (releasing). Karena sifatnya yang dinamis, emosi sebagai energi harus dibiarkan mengalir dan bergerak melalui diri kita. Setiap kali kita melepaskan emosi, kita berangsur-angsur akan membebaskan energi negatif yang tertahan. Hingga pada akhirnya semua terlepas dan kita akan merasa bebas, lebih tenang, dan mampu berpikir lebih jernih.

Sebagaimana pikiran harus dipikirkan, maka perasaanpun butuh untuk dirasakan. Untuk membebaskan perasaan, yang diperlukan hanyalah menerima dan menghadapi perasaan tersebut sepenuhnya. Energi atau emosi harus diterima di alam sadar tanpa penolakan. Hanya dengan menyadari dan mengijinkan emosi itu hadir dalam diri kita, maka energi tersebut akan netral dan kembali menjadi bagian dari diri kita sendiri.

Sedangkan menolak untuk menerima diri dan perasaan sebagaimana adanya dapat menyumbat energi dalam diri seseorang. Perasaan yang diabaikan tidak akan menghilang, melainkan hanya tersembunyi di alam bawah sadar dan suatu saat akan muncul ke permukaan. Dengan releasing, kita akan menjadi makhluk yang untouchable atau tak tersentuh oleh masalah. Masalah memang akan tetap terjadi, tetapi kita akan menghadapinya dengan cara yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: