Cara Menghindari Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya dan menular. Indonesia merupakan salah satu wilayah yang tergolong memiliki jumlah penderita hepatitis B yang cukup banyak. Jumlah tersebut belum termasuk carrier atau pengidap virus Hepatitis B yang tidak menderita sakit. Carrier merupakan sumber penular abadi.

Hepatitis B umumnya menyerang kelompok usia produktif (kurang lebih umur 40 tahun ke atas). Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini menyerang hati, bersifat ganas dan mudah menular. Virus ini lebih cepat menular jika dibandingkan dengan virus AIDS. Penularan yang paling sering terjadi adalah melalui hubungan seksual, kontak darah dengan penderita yang telah terkena hepatitis B, jarum suntik, jarum infus, jarum tranfusi, jarum pembuat tato, jarum untuk akupuntur, tindik kuping atau bagian tubuh lainnya, pisau cukur, sikat gigi, peralatan dokter gigi, dan dokter bedah.

Sudah sejak lama, obat anti hepatitis B ditemukan. Obat-obatan tersebut memberi harapan kesembuhan pada kasus penderita yang telah terjangkit. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit hepatitis B adalah melakukan imunisasi. Indonesia telah memulai imunisasi untuk hepatitis B secara massal pada semua bayi yang lahir tahun 1996. Selain pada bayi, imunisasi juga perlu diberikan pada orang yang beresiko tinggi tertular hepatitis B, contohnya saja pekerja medis, pekerja laboratorium, orang yang sering melakukan transfusi (thalassemia, leukimia, anemia aplastik). Juga kepada pekerja seks, gay, para petinju yang rentan sekali berdarah di mana darahnya dapat mencemari luka lawannya saat pertandingan. Imunisasi juga hendaklah dapat diberikan kepada semua anggota keluarga jika di rumah ada yang mengidap penyakit ini.

Imunisasi hepatitis B diberikan kepada semua bayi yang baru lahir, digabung dengan program imunisasi lainnya. Suntikan imunisasi diberikan secara berulang 3 kali. Demikian pula untuk orang dewasa, khususnya bagi seseorang yang memiliki resiko tinggi terkena hepatitis B. Berbeda dengan imunisasi yang diberikan untuk bayi yang baru lahir, orang dewasa harus melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu (HsAg, Anti Hbc, Anti Hbs). Setelah membaca hasil ketiga pemeriksaan darah tersebut, baru dokter akan menentukan apakah imunisasi boleh dilakukan atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: