Merenung

Tadabur

Dalam satu hari, berapa menit atau jam kah Anda meluangkan waktu untuk merenung?

Ya, merenung ringan? Tentang apapun yang terkait dengan hidup dan kehidupan Anda?

Atau Anda termasuk orang yang tak peduli atau tidak suka untuk itu?

‘Waktu adalah uang’, begitu kata sebagian orang sehingga tiada guna membuang-buang waktu untuk sekedar merenung ringan. Jika Anda termasuk kategori yang terakhir, Anda tidak cocok membaca artikel ini.

Ya, artikel ini memang dirancang untuk orang yang suka atau setidaknya pernah melakukan dan menikmati aktivitas merenung tersebut.

Pertanyaannya sekarang adalah ‘merenung yang bagaimana’ dan ‘merenung tentang apa?’ Pertanyaan ini layak dikemukakan, karena kalau sekedar merenung, apalagi merenung tentang hal yang bukan-bukan (bahkan menjurus pada melamun negatif) itu sama saja dengan hanya menyia-nyiakan waktu.

Untuk menjawab pertanyaan tentang merenung tersebut gambarannya adalah sebagai berikut : Dalam menjalani hidup, pernahkah Anda berada pada kondisi dimana energi jiwa-batin-spiritual Anda seperti ‘bocor terkuras’ hingga jiwa-batin–spiritual Anda meraca ‘capek’-‘letih’-‘lelah’ dan ‘selesai’?

Jika Anda belum pernah mengalami hal itu, bersyukurlah dengan segenap jiwa-batin-spiritual Anda karena Anda beruntung tidak mengalami jalan yang sulit. Jika pernah mengalami hal itu, dan Anda sudah berhasil melaluinya, bersyukurlah karena jiwa-batin-spiritual Anda menjadi lebih teruji. Jika Anda mungkin kini sedang mengalami hal itu, pun bersyukurlah karena dengan begitu Anda dapat berhenti sejenak me-refresh jiwa-batin-spiritual diri Anda.

Nah, proses berhenti sejenak inilah yang kami maksudkan dengan ‘merenung yang bagaimana’ tadi. Kemudian, mengenai ‘merenung tentang apa?’ Khusus dalam makalah ini kami mengajak Anda guna merenungkan kembali ajaran-ajaran atau hadits-hadits Rasulullah Muhammad SAW. Ya ajaran atau hadits itu menurut beberapa penulis masihlah relevan dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari saat ini.

Mengapa harus ajaran atau hadits Rasulullah Muhammad SAW? Ya, karena selain Al Qur’an, Rasulullah Muhammad SAW–lah yang menjadi rujukan serta acuan hidup dan kehidupan sebagian besar ummat islam. Terlepas dari apakah Anda termasuk kategori orang islam yang santri, yang abangan atau yang priyayi (pinjam istilahnya Clifford Geertz) atau bahkan berada diluar kategori itu pun, diharapkan dapat mengambil manfaat dari artikel ini.

Manfaat yang bagaimanakah itu ? Bagi penulis, akan merupakan manfaat yang sangat berarti ketika Anda dapat menikmati proses merenung itu. Juga ketika Anda sedikit banyak merasa ter-refresh-kan jiwa-batin-spiritual diri Anda setelah membaca artikel ini. 

Akhir salam, selamat merenung dan mudah-mudahan membawa manfaat bagi diri Anda dan kita semua.

Imam ibn Qayyim al Jauziyah mengutip sebuah riwayat yang menceritakan bahwa suatu saat ketika Rasulullah Muhammad SAW sudah bersiap-siap untuk mengerjakan shalat jamaah bersama para sahabat, tiba-tiba ada seorang yang menyela dan bertanya: ‘Ya, Rasulullah, kapan datangnya hari kiamat?’ Rasulullah Muhammad SAW tidak menjawab dan mengisyaratkan orang untuk salat.

Selesai shalat Rasulullah Muhammad SAW mencari si penanya : ‘Siapa tadi yang bertanya tentang kiamat?’; Saya ya Rasulullah,’ jawab orang tersebut. ‘Kemarilah wahai saudaraku,’ sambil merangkul pundak orang tersebut Nabi SAW balik bertanya,”wahai saudaraku apa bekal yang telah kau siapkan untuk menghadapi kiamat?’ ganti orang tersebut yang tersipu dan kemudian mengatakan, ‘Ya Rasulullah, shalatku belum khusyu’, puasaku mungkin kurang berkualitas, tetapi ya Rasulullah aku sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.’

Kemudian Rasulullah SAW menjawab; ‘innaka ma’a man ahbabtaa (engkau akan bersama dengan yang engkau cintai)’. Seandainya sekarang Rasulullah SAW hadir dan bertanya kepada kita dengan redaksi yang berbeda; ‘wahai saudaraku apa buktinya bahwa engkau mencintai aku?’

Kita mungkin akan tersipu dan mulut menjadi terkunci. Salah satu indikasi bahwa kita mencintai Rasulullah Muhammad SAW adalah bahwa kita akan mengikuti sunnah-sunnahnya. Untuk dapat mengikuti sunnahnya maka kita harus mengetahui sunnah-sunnahnya. Sunnah Rasulullah Muhammad SAW secara sederhana dapat diartikan sebagai cara hidup baik menyangkut ucapan, perbuatan maupun ketetapan Rasulullah Muhammad SAW, yang kemudian populer disebut sebagai hadits.

Para ulama telah bersusah payah untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah Muhammad SAW tersebut. Hadits Nabi SAW tersebar dalam berbagai kitab hadits dengan jumlah yang mencapai ribuan hadits, semuanya menghimpun dan merekam perilaku Nabi SAW dalam berbagai aspeknya.

 1. HAKIKAT TAQWA

Dari Abu Sa’id al Khudry berkata bahwa seseorang menghadap Rasulullah Muhammad SAW dan berkata, “ Ya Rasulullah SAW nasihatilah saya.’ Beliau menjawab, ‘Engkau harus mempunyai ketaqwaan kepada Allah karena ketaqwaan adalah kumpulan seluruh kebaikan. Engkau harus bersungguh-sungguh dalam kebaikan karena bersungguh-sungguh adalah kerahiban kaum muslim dan engkau harus zikir kepada Allah, karena zikir adalah cahaya bagimu.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad) Sudahkah kita berikhtiar untuk menjadi orang yang benar-benar bertaqwa?

2. SIAPA KELUARGA MUHAMMAD SAW?

Dari Anas bin Malik berkata bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW “Siapakah keluarga Muhammad?’ Nabi Muhammad SAW menjawab, ‘Setiap orang yang bertakwa.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Kekeluargaan bukanlah sekadar hubungan darah, melainkan juga spiritual. Itu berarti meskipun kita mempunyai hubungan darah dengan seseorang kalau berbeda keimanannya (spiritualitasnya), mereka bukan bagian dari “keluarga kita”.

Bagaimana kita menyikapi hal ini? (hubungan kekeluargaan yang didasarkan tidak hanya pada hubungan darah melainkan juga ketaqwaan akan kekal sampai di akhirat)

3. BUKTI IMAN

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tamunya, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

RENUNGAN Apakah kita termasuk orang yang beriman atau tidak dilihat dari apakah kita sudah berbuat baik atau belum kepada lingkungan sosial kita. Termasuk manakah diri kita?

4. AKHLAK NABI MUHAMMAD SAW

Dari Abu Sa’id al Khudry meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW selalu memberi makan unta-unta, menyapu lantai rumah, memperbaiki sandal, menambal baju, memerah susu, makan bersama pelayan dan membantunya menggiling gandum jika pelayan lelah. Beliau tidak pernah merasa malu membawa barang-barang beliau sendiri dari pasar untuk keluarganya. Beliau biasa berjabat tangan dengan orang kaya maupun miskin, dan lebih dulu memberi salam jika bertemu. Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah mencela makanan apa pun yang dihidangkan kepada beliau, sekalipun hanya kurma kering. Beliau sangat sederhana dalam hal makan, baik dalam berteman, wajahnya bercahaya, tersenyum tanpa tertawa, sedih tapi tidak cemberut, rendah hati tapi tidak lembek, murah hati tapi tidak boros, berhati lembut dan kasih sayang kepada setiap muslim, tidak pernah memperlihatkan tanda-tanda telah makan kenyang dan juga tidak pernah mengulurkan tangan dengan rakus. (HR. Ahmad)

RENUNGAN Apa yang kita banggakan dari diri kita? Sudahkah kita meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW? Bagaimana kira-kira seandainya Rasulullah Muhammad SAW hadir bersama kita dan melihat kelakuan kita? Pernahkah kita merenungkan hal tersebut?

5. TIGA HAL YANG MEMBAHAYAKAN

Ibn Mas’ud ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Ada tiga hal yang menjadi akar semua dosa, jagalah dirimu dan waspadalah terhadap ketiganya.

Waspadalah terhadap kesombongan, sebab kesombongan telah menjadikan iblis menolak sujud pada Adam.

Waspadalah terhadap kerakusan, sebab kerakusan telah menyebabkan Adam makan buah dari pohon terlarang.

Dan jagalah dirimu dari dengki, sebab dengki telah menyebabkan salah satu anak Adam membunuh saudaranya.” (HR. Ahmad)

Renungan :

  1. Ketika kita mempunyai kelebihan baik ilmu, harta maupun kedudukan, dapatkah kita lebih bersikap rendah hati?
  2. Isi dunia ini akan cukup untuk memberi makan kepada seluruh penghuninya, tetapi tahukah kita bahwa isi dunia ini tidak cukup untuk memberi makan kepada satu orang yang serakah?
  3. Bagaimana perasaan kita ketika melihat saudara kita yang mendapatkan keberhasilan? Bagaimana perasaan kita ketika melihat teman kita yang mendapat kegagalan? (kalau kita sedih melihat teman kita berhasil, atau sebaliknya kalau kita senang melihat teman kita gagal berarti kita sudah terkena penyakit dengki.) Naudzubillah……

6. TUJUH GOLONGAN MANUSIA BERUNTUNG

Abu Sa’id al Khudry dari Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Ada tujuh golongan manusia yang dinaungi Allah SWT dalam naunganNya pada hari ketika tidak ada naungan selain naunganNya : 

  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang bersemangat beribadah kepada Allah SWT
  3. Seseorang yang hatinya selalu berkait dengan masjid sejak ia keluar hingga kembali
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, yang bertemu dan berpisah karena Allah
  5. Seseorang yang mengingat Allah hingga air matanya mengalir
  6. Seseorang yang digoda wanita cantik yang lebih tinggi statusnya kemudian menjawab “aku takut kepada Allah Tuhan Semesta Alam” dan
  7. Seseorang yang bersedekah dengan diam-diam hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya. (HR. Bukhari, Muslim, At Tirmidzi dan Al-Nasa’i)

RENUNGAN Termasuk kelompok yang manakah diri kita? (Betapa celakanya apabila kita tidak termasuk satu diantara tujuh kelompok tersebut!)

Mari merenung…… Persembahan ini ditujukan kepada:

Seluruh Saudara-Saudari kami Tercinta, karyawan dan karyawati Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap

Semoga dengan merenung, kita mengawali untuk perbaiki diri, mulai dari diri sendiri dan saat ini….

Selamat merenung…….

1 Komentar

  1. Saatnya melakukan perubahan untuk BPS yang lebih baik…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: